..Ayo podo nulis,tuker-tuker informasi,merentang jarak menjalin kerabat...

Selasa, 24 Juni 2008

Semoga lekas sembuh

Kemarin, hari Selasa tanggal 24 Juni 2008, aku () dapat sms dari kang Kurnia (Nobita). Terus terang aku agak terkejut, koq tumben SMS, biasanya langsung datang dengan baling-baling bambunya. Beliau mengabarkan ibu dari mas Sulis Gareng dirawat di rumah sakit Brayat Minulyo, Solo, karena serangan Stroke. Katanya mas Sulis Gareng, ini sudah serangan yang kedua kalinya.
Memang diusia kita sekarang ini, kita kudu siap2 untuk menghadapi kenyataan bahwa disamping anak-anak kita sudah mulai gede, orangtua kita juga semakin sepuh. Dan biasanya ketika usia semakin sepuh maka kemungkinan akan mulai timbul gangguan kesehatan.
Ketika hal itu terjadi, tidak banyak yang bisa kita lakukan hanya selalu berusaha ikhlas dalam merawat orangtua kita dan membantu beliau untuk mengurangi beban pikiran. Kalau ada permintaan beliau yang bisa kita laksanakan, ya turuti aja...yang penting buat beliau senang dan tenang. Aku kira hanya itu obat yang paling mujarab. Kalau secara fisik sulit kita obati ya setidaknya secara batin bisa bikin hapy. Karena menurut hasil penelitian hampir 80% gangguan kesehatan disebabkan oleh pikiran.
So jika ada keinginan beliau2 yang belum kita penuhi, ya mari kita usahakan (misalnya pengin momong cucu, kalau bisa ya segera kita penuhi, giat-giatlah berusaha. Kalau beliau2 pengin ngelihat kita sukses, segera kita sukseskan diri kita, setidaknya ya berpenampilan seperti orang yang sudah sukses didepan orangtua kita), karena kita nggak bakal bisa ngebalas jasa mereka yang ngerawat kita dengan kasih sayang, yang udah nggedein kita.
Kalau kita lagi ada kesulitan ya kita usahakan beliau2 tidak perlu tahu, jadi nggak perlu jadi beban pikiran mereka.
NB : Buat mas Gareng, mudah-mudahan ibu bisa segera sembuh. dan mudah-mudahan keikhlasan mas Gareng ngerawat ibu menjadi amal ibadah.
Sustere ono sing iso diprospek ora?

Kamis, 01 Mei 2008

Naruto VS Spiderman




VS


Kemarin aku sempat cerita dikit tentang naruto.
Mungkin kalian tahu ceritanya spiderman, manusia laba-laba yang suka bergelantungan di antara gedung-gedung tinggi.
Ceritanya dia itu sebenarnya cuma manusia biasa yang Ndilalah digigit seekor laba-laba yang menyebabkan dia mendapat anugerah mempunyai kemampuan super hero yang bisa meloncat, melayang dan tahan banting (kalau kebanting bukannya dia yang remuk, tapi tembok atau lantainya yang remuk).
Spiderman adalah seorang yang menjadi wartawan bernama peter sopo gitu...? (mbuh lali). Dia sendiri tidak ada keinginan menjadi ataupun berusaha menjadi super hero. Dia hanya mendapat anugerah (dari pengarangnya???) untuk menjadi super hero.
Beda banget dengan Naruto yang mendapat banyak tantangan/ gangguan dari banyak orang karena ditubuhnya terdapat siluman serigala.
Seperti kemarin sedikit aku cerita, bahwa naruto mempunyai semangat dan tekad dan energi untuk mengatasi segala rintangan untuk mencapai apa yang diinginkannya. Dia harus berjuang keras. Walaupun harus keluar keringat, air mata dan darah, naruto tetap berjuang, dan pada akhirnya dia menjadi seorang yang hebat (setidaknya dimata anak saya)
Sedangkan peter (si spiderman) ini, tanpa usaha apa-apa, tiba-tiba cekit digigit laba-laba dan berubah menjadi orang hebat.
Kalau dianalogikan cerita dua tokoh hebat dengan keadaan kita, terus terang, bagiku kebanyakan kita lebih mirip seperti naruto. Kebanyakan kita lahir dari keluarga biasa-biasa, makan, minum, tidur, mendem...kahanan. kita juga tidak punya sesuatu yang hebat yang tiba-tiba menclok seperti halnya spiderman.
Jadi kita perlu kerja keras untuk bisa mencapai apa yang kita inginkan. Seperti halnya saya, dan beberapa temen2 yang sama-sama berotak encer (saking encernya sering merembes keluar, dadi malah rodo ra mudengan), yang waktu kuliah harus berjuang keras untuk bisa sekedar lulus dengan IP pas-pasan.
Kalau aku nonton film naruto, kadang-kadang aku jadi ingat Margono. atau jangan-jangan mengarang naruto terinspirasi oleh dia ya??!
Satu hal yang paling aku ingat ketika dia di beri deadline oleh dosen pembimbingnya selama tiga bulan untuk menyelesaikan TA- nya yang sudah agak lama belum jadi atau harus ganti judul baru. Sang Gogon ini tidak lantas menyerah, justru dia semangat, bahkan saking semangatnya di plat nomer sepeda motornya di tulisi dead line, dan yang paling aku ingat ketika suatu sore dia datang ke tempatku dengan batuk yang di plester, padahal tadi pagi ketika berangkat dari tempatku untuk berangkat konsultasi ke UGM Jogja, batuke masih mulus. Kemudian dia cerita bahwa ketika berangkat ke Jogja, dia mengalami kecelakaan di Prambanan. Karena terburu-buru Sepeda motornya dititipkan ke polisi, sedangkan dia melanjutkan perjalanan ke Jogaja. Dan dengan darah yang masih ndlewer di batuk, dia menghadap dosen pembimbing untuk konsultasi.
Dan seperti yang kita tahu, Margono, yang sekarang menjadi seorang PNS di sebuah Pemkab yang baru di Kalimantan ini, akhirnya berhasil menyelesaikan TA sebelum dead line-nya.
Jadi sekali lagi, kita bukanlah si peter yang mendapat anugerah digigit laba-laba dan menjadi orang hebat tanpa kerja keras. Kita hanyalah aku, kamu dan kalian yang harus berjuang untuk mencapai apa yang kita inginkan.
Selamat berjuang kawan...!
Jangan pernah menyerah...!
Kapan-kapan kita nonton Naruto bareng yok...!!!?